Berkebun Hidroponik

Tips Memilih Jenis Sampah Berdasarkan Kategori dan Manfaatnya

January 11, 2017 — by Hanson Leo

main

Berkebun Hidroponik

Tips Memilih Jenis Sampah Berdasarkan Kategori dan Manfaatnya

January 11, 2017 — by Hanson Leo

Tips Memilih Jenis Sampah Berdasarkan Kategori dan Manfaatnya

Apakah Anda terbiasa membuang sampah begitu saja tanpa memisahkannya? Jika ya, lupakan segera kebiasaan tersebut. Tips memilih jenis sampah sebelum dibuang ternyata dapat memberi berbagai keuntungan tambahan untuk kegiatan sehari-hari, misalnya menyediakan bahan untuk membuat pupuk kompos atau menambah penghasilan lewat penjualan atau pengolahan sampah kering.

Pemisahan jenis sampah juga memudahkan proses daur ulang, sehingga Anda bisa berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Sebelum mulai memisahkan sampah, kenali dulu jenis-jenis sampah yang sebaiknya Anda buang dalam tempat terpisah.

Sampah basah.

Ini adalah sebutan untuk sampah yang terdiri dari bahan-bahan organik yang bisa membusuk, seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, daging, ikan, kulit telur, dan sebagainya. Jika Anda gemar berkebun, Anda bisa membuat kompos dari sampah organik yang terkumpul. Waspadalah karena tidak semua jenis sampah basah merupakan bahan ideal untuk kompos.

Sampah kering.

Ini adalah sebutan untuk sampah yang terdiri dari bahan-bahan anorganik yang tidak bisa membusuk dan membutuhkan waktu lama untuk terurai. Sampah jenis ini misalnya adalah kertas, plastik, kaleng, logam, kain, kaca, dan sebagainya. Anda bisa mengolahnya menjadi produk lain seperti barang kerajinan, atau menjual sampah yang masih bernilai kepada pemilik penampungan sampah sehingga Anda bisa mendapat sedikit uang.

Sampah B3.

Ini adalah sebutan untuk sampah berbahaya, yaitu sampah yang bersifat reaktif, dapat menyebarkan bahan kimia berbahaya, atau mudah terbakar. Sampah jenis ini misalnya adalah wadah atau bungkus bekas insektisida, pestisida, herbisida, pupuk kimia, baterai, sisa-sisa cat, dan sebagainya. Anda harus berhati-hati ketika membuang sampah jenis ini. Setelah Anda menentukan jenis-jenis sampah yang harus dipisahkan, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana cara memisahkan sampah-sampah tersebut agar Anda bisa memanfaatkannya secara maksimal? Berikut beberapa tips untuk memisahkan sampah dengan lebih efektif dan ekonomis:

  1. Sediakan empat macam tempat sampah.

Siapkan empat buah tempat sampah di rumah untuk empat kategori: sampah basah untuk kompos, sampah basah yang tidak bisa dijadikan kompos, sampah kering, dan sampah B3.

  1. Pisahkan sampah untuk kompos.

Sampah untuk kompos terdiri dari dua macam: sampah cokelat yang kaya karbon dan sampah hijau yang kaya nitrogen. Sampah cokelat terdiri dari bahan-bahan seperti kulit jagung, sekam, daun dan rumput kering, jerami, dan serbuk hasil serutan kayu. Sampah hijau terdiri dari dedaunan, sisa-sisa sayuran dan buah-buahan (bukan kulit buahnya), kulit telur, serta ampas kopi dan teh.

  1. Pisahkan sampah basah yang tidak cocok untuk kompos.

Tidak semua sampah basah cocok untuk bahan kompos. Pastikan Anda memisahkan sampah basah seperti kulit udang dan kepiting, kulit buah, sisa-sisa ikan dan daging, susu, keju, kotoran anjing atau kucing, lemak atau minyak, mentega, margarin, dan gulma. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan masalah dalam kompos Anda seperti bibit penyakit, belatung, dan sisa-sisa bahan kimia. 

  1. Pisahkan sampah kering yang berbahaya dan tidak.

Sampah kering terbagi menjadi sampah yang berbahaya (sampah B3) dan yang tidak. Sampah kering yang tidak berbahaya dapat menjadi sumber uang tambahan jika Anda menjualnya, misalnya karton, kertas-kertas dari majalah atau koran bekas, botol kaca, botol plastik, dan kardus.

Jika ada sampah berbahaya, Anda harus membungkusnya dengan baik, dan jika perlu, menandai plastik pembungkusnya sehingga orang-orang dapat mengetahui isinya dan lebih waspada.

Jika Anda ingin membuat kompos, pastikan perbandingan antara sampah cokelat dan hijau dalam tumpukan kompos adalah 3:1. Hal ini akan mempercepat proses pembentukan kompos sehingga pupuk yang Anda dapat menjadi lebih berkualitas. Tanpa campuran sampah cokelat dan hijau, Anda harus menunggu sangat lama untuk mendapatkan pupuk kompos bermutu.

Pupuk kompos biasanya jadi setelah sekitar satu bulan, jadi pastikan Anda memperkirakan waktu pengumpulan sampah dan pembuatan pupuk jika ingin menggunakan kompos untuk menyuburkan tanaman. Akan tetapi, ketika kompos akhirnya jadi, Anda bisa menggunakannya sebagai nutrisi tanaman yang ramah lingkungan.

Gunakan kompos tersebut untuk menanam bibit-bibit berkualitas dari AlatKebunku seperti bayam hijau, kol Romanesco, cabai rawit, paprika, kemangi, dan berbagai bunga hias. Dengan memisahkan jenis sampah, Anda bisa mendapat berbagai manfaat, termasuk dalam perawatan tanaman dengan menggunakan kompos buatan sendiri.