Berkebun Hidroponik

Berikut tips berkebun hidroponik

August 25, 2016 — by Hanson Leo

main

Berkebun Hidroponik

Berikut tips berkebun hidroponik

August 25, 2016 — by Hanson Leo

Tips berkebun hidroponik

Ada banyak alasan mengapa berkebun secara hidroponik semakin populer dan banyak diaplikasikan oleh masyarakat. Selain sangat praktis dan cocok untuk diterapkan di lahan yang terbatas, berkebun dengan cara hidroponik juga dapat memanfaatkan barang-barang bekas. Anda pun dapat meletakkannya di mana saja, misal menempelkan botol berisi tanaman hidroponik di tembok. Selain itu, waktu panen yang relatif cepat dan bebas dari pestida juga menjadi kelebihan tanaman hasil hidroponik.

Siapa pun dapat berkebun secara hidroponik. Bahkan jika Anda seorang pemula yang belum memiliki pengalaman berkebun sama sekali, tidak masalah. Metode hidroponik sendiri sebenarnya ada beberapa macam, tetapi tentu sebagai pemula, akan lebih mudah bagi Anda mencoba dari teknik yang paling sederhana.

Apa Saja Jenis Metode Hidroponik?

Secara umum ada enam jenis metode hidroponik yang banyak digunakan, yakni:

  1. wick system (paling sederhana);
  2. ebb and flow system;
  3. deep water culture;
  4. static solution culture;
  5. deep water culture; dan
  6. continuous-flow solution culture (NFT dan DFT).

Dalam berkebun secara hidroponik, selain membutuhkan air yang sudah tercampur dengan larutan bernutrisi, Anda juga membutuhkan media tanam inert.

Apa yang Dimaksud dengan Media Tanam Inert?

Media tanam inert merupakan suatu media tanam yang tidak menyediakan unsur hara dan befungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh media tanam inert yang banyak digunakan antara lain serbuk kayu, arang sekam, pasir, pecahan bata merah, kerikil, rockwool, dan sabut.

Bagaimana Memilih Media Tanam Inert yang Baik?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan memilih sebuah media tanam inert untuk tanaman hidroponik Anda, antara lain:

  1. memiliki tingkat keasaman tanah yang netral hingga alkalis, yakni pada kisaran pH 6-7;
  2. bersih alias tidak mengandung organisme penyebab hama dan penyakit yang justru akan merusak tanaman hidroponik;
  3. bersifat mudah membuang air yang berlebihan sehingga air tidak menggenang di permukaan;
  4. tidak memiliki kadar salinitas yang rendah;
  5. memiliki struktur yang gembur dan subur;
  6. memiliki kemampuan untuk menyimpan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman; dan
  7. mengandung bahan yang kaya akan kandungan kalsium.

Tips Berkebun Hidroponik

Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan berkebun secara konvensional yang menggunakan tanah, pemenuhan nutrisi adalah kunci utama dalam merawat tanaman. Jika menanam menggunakan tanah zat-zat hara untuk tanaman sudah disuplai secara alami (meski juga perlu ditambah oleh pupuk), maka pada hidroponik Anda harus menyediakannya sejak awal. Anda harus memahami kebutuhan nutrisi yang tepat untuk menyokong pertumbuhan tanaman secara maksimal.

Yang perlu menjadi catatan, setiap fase tumbuhan (vegetatif dan generatif) membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda. Begitu pula dengan kebutuhan intensitas cahaya dan kelembapan. Karena setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda, sebaiknya Anda memahami lebih dulu karakterisasi tanaman yang akan Anda budidayakan.

Berkebun dengan metode hidroponik itu mudah dan cenderung murah. Jika Anda seorang pemula dan ingin mencoba berkebun dengan metode hidroponik, Anda bisa memulai dengan menggunakan teknik yang paling sederhana, yakni wick system. Jenis tanaman yang ditanam pun bebas Anda pilih sesuai keinginan. Umumnya jenis tanaman yang banyak digunakan untuk hidroponik adalah jenis sayuran, buah, bunga, dan tanaman obat, selain yang memiliki pohon berukuran besar dan waktu panen yang lama.

Anda dapat menemukan berbagai jenis bibit sayuran dan tanaman hidroponik di alatkebunku.com. Mulai bibit bayam hijau, bayam merah, selada hijau, terong, tomat, aneka cabai, dan lain-lain, semua tersedia di alatkebunku.com. Tentu saja, Anda juga dapat menemukan peralatan berkebun di alatkebunku.com.

Mari berkebun!