Berkebun HidroponikMerawat BungaSayuran Hidroponik

Meningkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik

March 1, 2017 — by Tripta Agro Mandiri

main

Berkebun HidroponikMerawat BungaSayuran Hidroponik

Meningkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik

March 1, 2017 — by Tripta Agro Mandiri

Meningkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik

Dibandingkan dengan teknik bertanam secara konvensional, teknik tanam hidroponik memiliki beberapa keunggulan. Meski memerlukan lebih banyak perlengkapan, tetapi teknik ini mampu meningkatkan produktivitas tanaman dalam waktu yang relatif singkat.

Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menaikkan produktivitas tanaman hidroponik, salah satunya adalah menggunakan pupuk. selain itu, karena media yang digunakan tidak melulu tanah, maka nutrisi yang dibutuhkan tanaman bisa diperoleh dari banyak sumber. di antaranya dari media nontanah yang digunakan serta larutan nutrisi tambahan lainnya.

Bagi yang memilih teknik menanam secara hidroponik, untuk meningkatkan produktivitas Anda, ada baiknya untuk memerhatikan beberapa hal berikut ini:

Pilih Bibit yang Sehat!

Entah itu bunga lavender, cabai pelangi, asparagus, bawang bombay, sayur bayam, atau apapun tanaman yang ingin Anda tanam, pastikan untuk membeli bibit terbaik dari toko. Hal ini menjadi penting karena tingkat produktivitas tanaman hidroponik sedikit banyak bergantung pada pemilihan bibit.

Do your research. Sebelum membeli, pastikan label kemasan bibit dan segala informasi yang ada seperti persentase kemampuan tumbuh tanaman, kemurnian benih, serta tanggal kedaluwarsanya.

Gunakan Media Tanam Hidroponik yang Sesuai

Media yang digunakan untuk menanam menggunakan teknik hidroponik bisa berupa batuan kerikil, serbuk kayu, atau yang lain. Namun, bukan berarti Anda tak bisa menggunakan tanah. Apapun media yang Anda pilih, pastikan ia memiliki pH netral antara 5,5 – 6,5 supaya tingkat kelembapan tetap terjaga.

Untuk meningkatkan produktivitas tanaman hidroponik, Anda juga bisa memisahkan antara media penyemaian dengan media untuk tanaman dewasa. Paling ideal, Anda bisa menggunakan arang sekam yang dijual di toko tanaman, karena arang sekam memiliki karakteristik bebas dari cacing, kutu, dan organisme lain yang bisa merusak tanaman.

Monitor Kebutuhan Air untuk Tanaman

Meski ide utama dari teknik menanam hidroponik adalah menggunakan larutan cairan bernutrisi, bukan berarti tanaman Anda tidak membutuhkan air.

Memang, ujian terbesar dari hobi berkebun hidroponik adalah saat menyiram tanaman. Terkadang Anda mungkin lupa kapan harus memberi nutrisi air. Oleh karena itu, ada baiknya memasang alat seperti digital watering timer daily yang secara otomatis akan memberitahu Anda kapan waktu menyiram.

Idealnya, air yang digunakan untuk membantu meningkatkan produktivitas tanaman hidroponik memiliki kadar salinitas tidak lebih dari 2500 ppm, atau memiliki EC tidak lebih dari 6.0 mmhos/cm. Selain itu, pastikan juga air yang digunakan adalah air bersih dan tidak mengandung logam.

Perhatikan Kadar Oksigen Tanaman

Jika Anda berpikir tanaman hanya memerlukan CO2 untuk tumbuh, maka Anda salah. Pentingnya suplai oksigen pada tumbuhan berkaitan dengan tingkat produktivitas tanaman hidroponik, yaitu untuk menjaga agar permeabilitas membran sel tanaman tetap stabil.

Dalam hal ini, oksigen berperan untuk menjaga dinding sel dan pori-pori tanaman agar terbuka demi masuknya nutrisi. Perlu diketahui juga bahwa kelebihan oksigen akan berdampak buruk pada tanaman, sebab tingkat oksigen di dalam pori-pori memengaruhi pertumbuhan rambut akar.

Untuk menjaga kestabilan oksigen dalam pori-pori tanaman, Anda bisa mencoba untuk mengganti larutan hara secara berkala, mencuci akar yang terlalu terekspos oleh larutan hara, memberi gelembung pada larutan nutrisi, serta memberi ruang ventilasi pada tempat penanaman.

Pemberian Larutan Nutrisi pada Tanaman

Walaupun Anda sudah memilih bibit terbaik, media tanam terbaik, serta sistem irigasi terbaik, semua itu akan menjadi tidak berguna manakala Anda tidak memberi larutan nutrisi bagi tanaman. Ini merupakan elemen yang paling penting yang memengaruhi pertumbuhan serta produktivitas tanaman hidroponik.

Anda bisa membuat larutan hara sendiri dengan cara melarutkan garam pupuk dalam air. Jika tak mau repot, banyak juga toko yang menyediakan larutan bernutrisi bagi tanaman ini. Namun demikian, perlu diingat bahwa unsur hara yang diperlukan setiap pohon berbeda-beda. Yang paling pas, cobalah untuk membuat larutan dengan pH antara 5,5 – 7,5.

Dengan menggunakan larutan cairan bernutrisi, tingkat cahaya yang cukup, media tanam yang tepat, serta peralatan berkebun yang memadai, produktivitas tanaman hidroponik akan meningkat dan tanaman bisa tumbuh subur.

Jika Anda membutuhkan peralatan pertanian atau perkebunan silahkan hubungi website kami www.alatkebunku.com.