Berkebun Hidroponik

Berkebun dengan cara Hidroponik

August 25, 2016 — by Hanson Leo

main

Berkebun Hidroponik

Berkebun dengan cara Hidroponik

August 25, 2016 — by Hanson Leo

Berkebun dengan cara hidroponik

Kini semakin banyak saja peminat berkebun dengan cara hidroponik. Baik untuk kebun pribadi maupun komersial, teknik hidroponik mulai banyak digemari. Bagi Anda penggiat berkebun, istilah hidroponik tentulah tidak asing. Namun bagi Anda yang belum terlalu familier dengan istilah tersebut, Anda mungkin akan bertanya-tanya apa yang sebenarnya dimaksud dengan hidroponik itu. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menyimak tulisan di bawah ini.

Apa Sih Hidroponik Itu?

Hidroponik adalah salah satu cara alternatif untuk menanam tanaman tanpa harus menggunakan media tanah.  Sesuai namanya yang berasal dari bahasa Latin—gabungan kata hydro (air) dan phonos (kerja)—hidroponik memanfaatkan air sebagai pengganti tanah. Tentu saja bukan sembarang air yang digunakan, melainkan air yang sudah dicampur dengan larutan bernutrisi.

Pada dasarnya, tanah memang bukanlah syarat mutlak suatu tanaman untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, melainkan nutrisi di dalam tanahlah yang menjadi faktor utamanya. Sebagai contoh, banyak bukan, tanaman yang sudah ditanam di tanah tetapi tetap saja mati? Hal tersebut terjadi karena kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi. Nah, dalam hidroponik, melalui nutrisi yang terlarut di dalam air sebagai media tanam itulah unsur-unsur dalam zat hara di dalam tanah dapat digantikan.

Apa Saja Kelebihan Berkebun dengan Cara Hidroponik?

Dibandingkan berkebun dengan cara konvensional menggunakan tanah, berkebun dengan cara hidroponik memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut:

  1. Tidak Memerlukan Tanah Sebagai Media Tanam. Kendati berkebun termasuk kegiatan yang menyenangkan, tidak sedikit yang menganggap bahwa berkebun identik dengan kotor. Selain itu, Anda juga harus menggemburkan tanah terlebih dahulu—terutama jika Anda berkebun untuk tujuan komersial di lahan yang luas, yang mengharuskan adanya proses mencangkul atau membajak.Kendati berkebun termasuk kegiatan yang menyenangkan, tidak sedikit yang menganggap bahwa berkebun identik dengan kotor. Selain itu, Anda juga harus menggemburkan tanah terlebih dahulu—terutama jika Anda berkebun untuk tujuan komersial di lahan yang luas, yang mengharuskan adanya proses mencangkul atau membajak.Berkebun dengan cara hidroponik membebaskan Anda dari hal-hal tersebut. Lingkungan kebun hidroponik cenderung lebih bersih dan Anda tidak perlu repot-repot melakukan penggemburan tanah yang cenderung melelahkan.
  1. Memaksimalkan Lahan yang Terbatas. Bagi Anda yang tinggal di lingkungan dengan lahan perkarangan terbatas, hobi atau keinginan berkebun bisa jadi terhambat. Akan tetapi dengan berkebun dengan cara hidroponik, Anda tidak perlu khawatir. Di bagian mana pun di hunian Anda, tanaman hidroponik tetap akan tumbuh selama kebutuhan nutrisi, cahaya matahari, dan kelembapan tetap terpenuhi.
  1. Lebih Hemat dan Efisien. Pertama, Anda tidak perlu menyiram air setiap hari pada tanaman yang ditanam secara hidroponik. Kedua, pemberian dan pengendalian nutrisi pada tanaman lebih terkontrol dan efisien. Cukup dengan rutin mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman, terutama pada setiap tahap pertumbuhannya.
  1. Lebih Ramah Lingkungan dan Tahan Terhadap Hama dan Penyakit. Kecil kemungkinan Anda harus menggunakan pestisida saat berkebun dengan cara hidroponik. Selain itu, tanaman hidroponik jarang memiliki masalah hama dan penyakit tanaman yang selama ini sering terjadi pada tanaman yang ditanam secara konvensional, terutama hama yang disebabkan oleh bakteri, ulat, dan nematoda di dalam tanah.
  1. Tidak Bergantung pada Musim dan Masa Panen Lebih Cepat. Anda dapat kapan saja berkebun dengan cara hidroponik tanpa menunggu musim tertentu. Di samping itu, yang lebih menyenangkan, masa panen tanaman hidroponik relatif lebih cepat karena pengendalian nutrisi yang lebih mudah dan efisien.

Jenis Tanaman Apa yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik?

Semua jenis tanaman pada dasarnya bisa ditanam secara hidroponik, tetapi untuk alasan efisiensi, tanaman berpohon besar sebaiknya tidak ditanam secara hidroponik. Selain itu, untuk tumbuhan yang hasilnya baru dapat kita nikmati dalam jangka waktu cukup lama, sebaiknya tidak ditanam secara hidroponik.

Yang terpenting dari berkebun secara hidroponik adalah pemberian nutrisi yang tepat, termasuk dosisnya. Saat membuat larutan pupuk, Anda harus membuat takarannya dengan tepat. Untuk mempermudah, Anda dapat menggunakan timbangan Camry yang tersedia di alatkebunku.com, baik timbangan duduk maupun elektronik.

Nah, itulah sedikit informasi seputar berkebun secara hidroponik. Semoga bermanfaat!